Hallo Selamat Pagi, Subuh, Siang, Sore dan Malam ^_^
kapan saja dan dimanasaja kalian akses. hallo saya mahasiswi Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka Palembang. hari ini aku mau sharing kekalian tentang Skripsi dimana ada empat Skripsi Mahasiswa Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka dengan Metode Penelitian Komunikasi Kualitantif yang akan aku bahas disini. skripsi ini juga bisa menjadi refrensi para pejuang skripsi di semester 6-7 ini hehe.
nah setelah membuat kartu anggota perpus
kita akan masuk ke pembahasan buku skripsi apa saja yang akan aku analisis
terdapat 4 Strategi dalam metode penelitian komunikasi kualitatif yaitu :
1. Studi Kasus Strateg Komunikasi
2. Studi Fenomenologi
3. Studi Analisis Wacana
4. Studi Seismotika
mari simak rincian dan menurut analisisku. jika berkenan tinggalkan komentar ya. koreksi jika ada salah kata terima kasih pembaca blogku ^^
Analisis Studi Kasus Strategi Komunikasi
Judul Skripsi :
Strategi Komunikasi Pemasaran Brasserie Bakery Di Kota Palembang
(Studi Kasus pada
Program Beli 5 Roti Gratis 1 Roti)
Nama Penulis : Nanda
Juanita
Nama Pembimbing Skripsi
: 1. Dr. Hj. Lipshapsari Prihatini,
M.Si
2. Ferdy Antonius,
Sos., MM
Jumlah halaman sripsi :
68 Halaman
Tahun Pengesahan skripsi : 2019
Abstrak dan Kesimpulan hasil penelitian skripsi :
Abstrak
Tujuan penelitian ini
adalah untuk untuk mengetahui strategi pemasaran yang diterapkan dan kendala
yang dihadapi oleh Brasserie bakery dalam melaksanakan strategi komunikasi
pemasarannya terhadap program beli 5 roti gratis 1 roti. Peneltian ini
dilakukan di outlet Brasserie bakery cabang KM5 Palembang. Data yang diperoleh
melalui hasil wawancara dengan beberapa orang narasumber yaitu Arel Karnatu
sebagai Manajer Operasional, M.David sebagai Pengawas Outlet, Riko sebagai
Kepala Outlet, Mukri sebagai Kepala Dapur, Shindy Wulandari dan Indah Setia
Ningsih sebagai Konsumen, serta peneliti melakukan observasi dan studi
kepustakaan. Metode peneliti yang digunakan yaitu metode pendekatan kualitatif.
Hasil penelitian
menunjukkan bahwa Brasserie bakery dalam melaksanakan strategi komunikasi
pemasaran dengan menggunakan unsur 4P yaitu promotion, product, price, dan
place, serta teori marketing mix dengan menggunakan media komunikasi pemasaran
yang cukup efektif dalam pelaksanaan program beli 5 roti gratis 1 roti.
Strategi yang dilakukan
bukan hanya untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan atas program beli 5 roti
gratis 1 roti ini saja, namun juga untuk mengambil keputusan mengenai strategi
apa saja yang akan digunakan pada program-program lain yang ada di Brasserie
bakery Palembang.
Kesimpulan
Hasil penelitian
mengenai Strategi Komunikasi Pemasaran Brasserie bakery (Studi Kasus pada
Program Beli 5 Roti Gratis 1 Roti) dapat disimpulkan
sebagai berikut :
1. Strategi komunikasi
yang dilakukan Brasserie bakery melalui teori 4P (promotion, product, price,
place) dari keempat elemen tersebut, merupakan satu kesatuan yang tidak bisa
terlepaskan dari strategi komunikasi pemasaran yang sangat berperan sekali
untuk meningkatkan penjualan.
2. Adapun kendala yang
dihadapi Brasserie bakery adalah munculnya produk-produk yang sama dari
kompetitor membuat pihak Brasserie bakery untuk segera membuat inovasi-inovasi
untuk produk baru sehingga bisa bersaing dengan kompetitor lain
Teori yang digunakan : Analisis
deskriptif (Sugiono 2015)
Hasil
Analisis menurut penulis blog
Fokus penelitian dari skripsi ini adalah pada Strategi komunikasi yang dilakukan Brasserie bakery melalui teori 4P (promotion, product, price, place). penulis skripsi menggunakan strategi komunikasi dengan tepat untuk meneliti terhadap program beli 5 roti gratis 1 roti di Brasserie Bakery dalam hal ini bakery masih unggul karena merupakan roti yang terkenal dan sudah banyak cabang di berbagai negara dan lokal sehingga menjadi pilihan umum. namun semakin menarik sejak adanya program promo ini. penulis skripsi telah menjabarkan bagaimana teknik pemasarannya. namun ada beberapa kekurangan seperti harus mengingat kompetitor lain. dan memberikan harga produk yang terjangkau.
Judul Skripsi : Respresentasi
Budaya Etnis Tionghoa Dalam Film “Ngenest”
Nama Penulis : Ade
Oktaviani
Nama Pembimbing Skripsi
: 1. Sumarni Bayu Anita, S.Sos, M.A
2. Ade Indra, SE,
M.Si
Jumlah halaman sripsi :
66 Halaman
Tahun Pengesahan
skripsi : 2017
Abstrak dan Kesimpulan
hasil penelitian skripsi :
Abstrak Peneltian ini menganalisa tentang budaya dalam film Ngenest (2015), budaya adalah elemen yang sering muncul dala audiovisual, tidak terkecuali bentuk hiburan dan pertunjukan untuk penonton. Khususnya film yang dikemas ber-genre komedi tetapi ada sisi menyangkut budaya di dalamnya. Peneliti ini menggunakan metode teori budaya Koentjaraningrat untuk mengetahui representasi budaya yang terkandung di dalam cerita film Ngenest (2015). Sebagai data sekunder dalam observasi ini, penulis mendownload film ini untuk menganalisa film Ngenest (2015). Dari analisa yang diperoleh bahwa budaya dalam film Ngenst (2015) direpresentasikan tidak hanya masalah budaya semata, tetapi ada juga terlihat tokoh tokoh yang memerankan perbedaan etnis Tionghoa dan etnis Pribumi yang kategorikan dalam identitas berbeda. Dalam film Ngenets (2015) terdapat macam macam yang melibatkan pada semua level seperti level budaya, level etnis, level tradisi Sebagai saran kepada penonton agar dapat memahami arti sebuah perbedaan budaya dan etnis yang dianut suatu kelompok. Hal tersebut bisa meminimalisasi agar tidak terjadi penghalang yang dianut dalam kelompok tersebut, dan tidak ada batasan yang menjadi acuan sebagai mana selalu terjadi di dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai acuan antar menghormati suatu kelompok etnis budaya yang terdapat dalam adegan di film tersebut. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan sebagai berikut : Ngenest (2015) adalah film yang menghibur dan juga mendidik. Cerita di film ini biasa terjadi di kehidupan nyata, namun alur cerita dan konflik dalam film ini bagus karena terlihat jelas. Penonton memiliki cara mudah untuk memahami keseluruhan cerita film ini. Dialog dalam film ini menggunakan bahasa yang sederhana, yang diwakili oleh karakter dalam adegan film. Dialog dan presentasi adegan dalam film ini juga memudahkan penonton untuk mengetahui jalannya alur cerita. Dari penjelasan dan representasi budaya etnis Tionghoa di film ini, akan membantu penonton mengetahui bahwa budya etnis dapat dikelompokkan menjadi beberapa bentuk, yaitu: Budaya, Emis, dan Tradisi. Teori yang digunakan : Teori Koentjaranigrat dalam buku (Manusia Dan Kebudayaan) Hasil Analisis penulis blog skripsi yang berjudul Respresentasi Budaya Etnis Tionghoa Dalam Film “Ngenest” pemilihan strategi fenomenologis telah tepat oleh penulis skripsi dimana me respresentasi budaya etnis tionghoa yang memperlihatkan atau respresentasi terhadap studi mengenai pengalaman dan bagaimana pengalaman tersebut terbentuk. berawal dari tokoh yang memperlihatkan perubahan drastisnya seterlah menemukan pasangannya. terlihat juga perbedaab budaya yang dipadukan oleh sang sutradara sehingga banyak pemaknaan yang dapat diambil pada film ini sehingga dapat dimasukkan sebagai refrensi skripsi. serta manggunakan teori manusia dan kebudayaan yang menggunakan korpus dengan kategori Prosesi Pernikahan dan Tahun Baru imlek Sebagai data dan menggunakan strategi Fenomenogis. Analisis Studi Analisis Wacana Judul Skripsi : Gaya Komunikasi Antarprobadi public Relation Officer Pada Hotel Raden Palembang Nama Penulis : Ainal
Ikram Nama Pembimbing Skripsi
: 1. Budi Santoso, S.Sos, M.Comn 2. H. Fachrurrozy
Bey, SH. MM Jumlah halaman sripsi :
74 Halaman Tahun Pengesahan skripsi : 2016 Abstrak dan Kesimpulan hasil penelitian skripsi :
Abstrak Penelitian ini
menjelaskan gaya komunikasi anatarpribadi public relations officer hotel raden
Palembang terhadap karyawan hotel raden, konsumen dan calon konsumen.
Bedasarkan delapan gaya komunikasi menurut Francie M.Dalton antara lain gaya
komando, gaya gelandang, gaya penyerang, gaya pleaser, gaya penampilan, gaya
penghindar, gaya analitis. Yang memiliki gaya komuniksi yang berbeda-beda
sehingga menarik untuk dikaji. Dalam berkomunikasi
setiap individu memiliki karakter yang berbeda - beda sehingga peran dari
public relation officer raden hotel Palembang dapat menyesuaikan dan memahami
dari setiap individu tersebut, baik karyawan hotel, konsumen atau calon
konsumen. Supaya komunikasi yang dilakukan dapat berjalan sesuai yang
diharapkan. Penelitian ini dilakukan terhadap public relation officer hotel
raden Palembang, dengan
mengkaji komunikasi yang kurang komunikatif dan persuasif yang terjadi terhadap
karyawan, konsumen atau calon konsumen. Kurang komunikatif dan persuasif
terjadi karena public relation officer hotel raden Palembang kurangnya
sosialisi komunikasi antarpribadi, kontrol emosi dan daam pengambilaan sebuah
keputusan yang terkadang berubah - ubah. Hasilnya menunjukkan bahwa ada faktor
dan keadaan yang membuat komunikasi antarpribadi public relation officer hotel
raden palembang kurang komunikatif dan persuasif terhadap karyawan, konsumen
atau calon konsumen hotel raden Palembang. Sehingga diperlukan gaya komunikasi
yang sesuai dengan karakter dan sikap individu masing-masing. Kesimpulan Hasil penelitian
mengenai gaya komunikasi antarpribadi public relation officer Hotel Raden
Palembang dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Gaya komunikasi
antarpribadi yang dilakukan oleh public relation officer hotel raden kurang
komunikatif dan persuasif terhadap karyawan, konsumen atau calon konsumen. Hal
ini dapat dilihat dari hasil penelitian yang dilakukan peneliti, sehingga
public relation officer harus dapat menyesuaikan dan memahami gaya komunikasi
antarpribadi yang digunakan supaya kedepannya berjalan dengan baik. 2. Penyebab kurang
komunikatif dan persuasif dari public relation officer hotel raden Palembang
dalam berkomunikasi antarpribadi adalah sosialisasi yang kurang epektif,
kontrol emosi yang terkadang tidak terkendali, dan keputusan yang terkadang
berubah - ubah. 3. Secara garis besar gaya komunikasi antarpribadi public relation officer sudah berjalan sesuai dengan prosedur yang ada. 4. Faktor Keadaan dan
situasi yang terkadang membuat komunikasi antarpribadi public relation officer
kurang komunikatif dan persuasif. Teori yang digunakan : Teori
Francie M. Dalton Gaya komunikasi Gaya Antar Pribadi Public Relations Officer Hasil
Analisis menurut penulis blog dalam hal ini peneliti
sendiri bertindak sebagai pelaksana dan mengalanlisi dan mengumpulkan
data, dan melakukan observasi ke bagian
Public Relation Officer Hotel Raden Fatah dan menemukan dimana Hotel Raden
Fatah kurang responden dan juga koperatif terhadap calon konsumen dan konsumen
sehingga wancana ini dapat di angkat menjadi penelitian skripsi. seperti yang
dijabarkan oleh penulis skripsi dapat menjadi contoh menggunakan gaya
komunikasi antarpribadi Publik Relation Officer (Dalton, 2015). terdapat Gaya
komando,gaya gelandang, Gaya Penyerang, Gaya Pleasers, Gaya Penampilan , Gaya
Peghindar, Gaya Analitis, Gaya Achiender. yang dapat di pelajari oleh bagian
Officer Public Relation Hotel Raden Fatah melalui buku skripsi ini. Analisis
Studi Pendidikan Karakter dalam Film Animasi (Analisis Semiotika dalam Film Upin dan Ipin episode Geng: Pengembara Pemuda) Judul Skripsi : Pendidikan Karakter dalam Film
Animasi (Analisis Semiotika dalam Film Upin dan Ipin episode
Geng: Pengembara Pemuda) Nama Penulis : Ardiman Nama Pembimbing Skripsi
: 1. Dr. H. Mudasir, M.Si 2. Drs. H. Bangun P
Lubis, M.Si Jumlah halaman sripsi :
96 Halaman Tahun Pengesahan
skripsi : 2017
Film merupakan salah
satu produk yang dihasilkan oleh media massa. Saat ini di layar kaca Indonesia
sudah banyak menayangkan film animasi yang ditujukan untuk anak-anak. Akan tetapi
peneliti menemukan ada beberapa film animasi yang memiliki pesan kurang baik
untuk anak-anak, seperti didalam film Adit Sopo dan Jarwo banyak menampilkan
adegan kecerobahan yang dilakukan oleh Sopo dan Jarwo. Salah satu film yang
mengandung nilai pendidikan karakter yaitu film Upin dan Ipin episode Geng:
Pengembaraan Bermula. Peneliti memilih film ini karena didalam film ini banyak
mengandung nilai pendidikan karakter yang bisa dicontoh oleh orang tua untuk
diterapkan kepada anak-anak. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan analisis
Semiotika Roland Barthes dengan mengkaji tiga
elemen yaitu denotasi, konotasi dan mitos. Dalam penelitian ini peneliti akan
mengkaji tanda-tanda atau adegan-adegan yang mengandung nilai pendidikan
karakter. Objek penelitian ini adalah scene atau adegan-adegan yang mengandung
nilai pendidikan karakter. Jenis data yang digunakan adalah data primer yaitu
berupa film animasi Upin dan Ipin episode Geng: Pengembaraan Bermula Data
skunder yaitu dengan cara mencari referensi dari buku, artikel, internet, dokumen, literaturdan jurnal yang berhubungn dengan penelitian. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa dari delapan belas nilai pendidikan karakter menurut
Kementrian Pendidikan Nasional terdapat sembilan nilai pendidikan karakter
yaitu (1) Relijius berupa etika bertamu dan sholat (2) Toleransi berupa
menghargai perbedaan (3) Disiplin berupa disiplin dalam berlalulintas, membayar
ongkos angkutan umum dan menggunakan helm (4) Rasa ingin tahu berupa mencari
tahu lebih lanjut informasi yang didapat (5) Cinta tanah air berupa keamanan
negara dan peribahasa, Komunikatif berupa aktif berinteraksi (7) Peduli
lingkungan berupa larangan memburu hewan yang dilindungi (8) Peduli sosial
berupa membantu orang yang sedang mendapat kesulitan dan membantu Orang yang
sedang mendapat musibah (9) Tanggung jawab berupa tanggung jawab atas perbuatannya
dan tanggung jawab orang tua. Terdapat sembilan nilai
pendidikan karakter yang tidak termasuk didalam film ini yaitu Jujur, Kerja
Keras, Kreatif, Mandiri, Demokratis, Nasionalisme, Menghargai Prestasi, Cinta
Damai, dan Gemar Membaca. Kata kunci: Pendidikan
Karakter, Semiotika, Film Upin dan Ipin Kesimpulan
Dari hasil analisis
yang peneliti lakukan mengenai Pendidikan Karakter dalam Film Animasi Upin dan
Ipin episode Geng: Pengembaraan Bermula, maka dapat diambil kesimpulan sebagai
berikut: -
Didalam film Upin dan Ipin episode Geng:
Pengembaraan Bermula terdapat sembilan nilai pendidikan karakter yaitu relijius
berupa etika bertamu dan sholat, disiplin berupa disiplin dalam berlalulintas,
toleransi berupa menghargai perbedaan, rasa ingin tahu mencari lebih lanjut
informasi yang didapat, cinta tanah air berupa keamanan negara dan peribahasa,
komunikatif berupa aktif berinteraksi, peduli lingkungan berupa jangan memburu
hewan yang dilindungi, peduli sosial berupa membantu orang yang sedang dalam
kesulitan dan membantu orang yang mendapat musibah, dan tanggung jawab berupa
tanggung jawab atas perbuatan dan tanggung jawab sebagai orang tua -
Dari hasil analisis peneliti memukan
bahwa pendidikan karakter tidak hanya didapat dari pendidikan disekolah saja, tetapi
juga dari media lainnyal, seperti dengan menonton film Salah satu film yang
mengandung nilai pendidikan karakter yaitu film animasi Upin dan Ipin episode
Geng: Pengembaraan Bermula -
Nilai pendidikan karakter yang tidak termasuk
diculum film Geng: Pengembaraan Berma yaitu Jujur, Kerja Keras, Kreatif,
Mandiri. Teori yang digunakan : Teori
Pendidikan Karakter (Suryadi 2015) Hasil
Analisis menurut penulis blog : Penulis memilih judul Pendidikan Karakter dalam Film
Animasi (Analisis Semiotika dalam Film Upin dan Ipin episode
Geng: Pengembara Pemuda) untuk merepresentasikan
tentang film animasi anak-anak melalui analisa semiotika pemilihan yang telah
tepat dimana kita mengetahui bahwa studi semiotika meruka studi sign atau tanda
yang bermaksud pemaknaan sebuah tanda dalam pengomunikasian konvensi sosial .tanda
di sini di artikan sebagai pesan. dalam hal ini penulis menunjukkan beberapa
adegan film anak Upin-Ipin dimana mereka mengekpresikan perasaan (feeling).
serta penyampaian film kepada permisa. dalam hal ini penulis mengkaji tanda
pada film upin-ipin yang mengambarkan nilai-nilai pendidikan karakter pada film
tersebut. terdapat rangkuman yang di ambil bahwa menurut (Suryadi 2015)
Terdapat Religius, Jujur, Toleransi, Disiplin, Kerja Keras, Kreatif, Mandiri,
Demokratis, Rasa Ingin Tahum Semangat Kebangsaan Nasionalisme, Menghargai Prestasi,
Kumunikatif, Peduli Sosial dan Tanggung jawab. sehingga tema film ini telah
cocok dengan unsur teori yang telah di sebutkan rangkuman oleh Suryadi 2015.
Sekian artikel yang saya buat semoga bermanfaat Terima Kasih ^^ Profile Penulis Blog : Nama : Ervinna TTL : Palembang, 14 November 1999 Kota Asal : Palembang |
|||










Tidak ada komentar:
Posting Komentar