Apt/Suite

Apt/Suite

Apt Merupakan kepanjangan Apertemen atau

Average propensity to tax (Kecenderungan/biasa membayar pajak rata-rata)


Suite Merupakan Rangkaian

Jumat, 26 Maret 2021

4 Skripsi Mahasiswa Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka dengan Metode Penelitian Komunikasi Kualitantif Periode Tahun 2015-2020 Keren Menurut Ervinna


 Hallo Selamat Pagi, Subuh, Siang, Sore dan Malam ^_^

kapan saja dan dimanasaja kalian akses. hallo saya mahasiswi Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka Palembang. hari ini aku mau sharing kekalian tentang Skripsi dimana ada empat Skripsi Mahasiswa Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka dengan Metode Penelitian Komunikasi Kualitantif yang akan aku bahas disini. skripsi ini juga bisa menjadi refrensi para pejuang skripsi di semester 6-7 ini hehe.

nah setelah membuat kartu anggota perpus

kita akan masuk ke pembahasan buku skripsi apa saja yang akan aku analisis

terdapat 4 Strategi dalam metode penelitian komunikasi kualitatif yaitu :

1. Studi Kasus Strateg Komunikasi

2. Studi Fenomenologi

3. Studi Analisis Wacana

4. Studi Seismotika

mari simak rincian dan menurut analisisku. jika berkenan tinggalkan komentar ya. koreksi jika ada salah kata terima kasih pembaca blogku ^^


Analisis Studi Kasus Strategi Komunikasi

                                                         

Judul Skripsi : Strategi Komunikasi Pemasaran Brasserie Bakery Di Kota Palembang

(Studi Kasus pada Program Beli 5 Roti Gratis 1 Roti) 

Nama Penulis : Nanda Juanita

Nama Pembimbing Skripsi :    1. Dr. Hj. Lipshapsari Prihatini, M.Si

                                                2. Ferdy Antonius, Sos., MM

Jumlah halaman sripsi : 68 Halaman

Tahun Pengesahan skripsi : 2019

Abstrak dan Kesimpulan hasil penelitian skripsi :


 



















Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui strategi pemasaran yang diterapkan dan kendala yang dihadapi oleh Brasserie bakery dalam melaksanakan strategi komunikasi pemasarannya terhadap program beli 5 roti gratis 1 roti. Peneltian ini dilakukan di outlet Brasserie bakery cabang KM5 Palembang. Data yang diperoleh melalui hasil wawancara dengan beberapa orang narasumber yaitu Arel Karnatu sebagai Manajer Operasional, M.David sebagai Pengawas Outlet, Riko sebagai Kepala Outlet, Mukri sebagai Kepala Dapur, Shindy Wulandari dan Indah Setia Ningsih sebagai Konsumen, serta peneliti melakukan observasi dan studi kepustakaan. Metode peneliti yang digunakan yaitu metode pendekatan kualitatif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Brasserie bakery dalam melaksanakan strategi komunikasi pemasaran dengan menggunakan unsur 4P yaitu promotion, product, price, dan place, serta teori marketing mix dengan menggunakan media komunikasi pemasaran yang cukup efektif dalam pelaksanaan program beli 5 roti gratis 1 roti.

Strategi yang dilakukan bukan hanya untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan atas program beli 5 roti gratis 1 roti ini saja, namun juga untuk mengambil keputusan mengenai strategi apa saja yang akan digunakan pada program-program lain yang ada di Brasserie bakery Palembang.

Kesimpulan

Hasil penelitian mengenai Strategi Komunikasi Pemasaran Brasserie bakery (Studi Kasus pada Program Beli 5 Roti Gratis 1 Roti) dapat disimpulkan

sebagai berikut :

1. Strategi komunikasi yang dilakukan Brasserie bakery melalui teori 4P (promotion, product, price, place) dari keempat elemen tersebut, merupakan satu kesatuan yang tidak bisa terlepaskan dari strategi komunikasi pemasaran yang sangat berperan sekali untuk meningkatkan penjualan.

2. Adapun kendala yang dihadapi Brasserie bakery adalah munculnya produk-produk yang sama dari kompetitor membuat pihak Brasserie bakery untuk segera membuat inovasi-inovasi untuk produk baru sehingga bisa bersaing dengan kompetitor lain

Teori yang digunakan : Analisis deskriptif (Sugiono 2015)

Hasil Analisis menurut penulis blog

Fokus penelitian dari skripsi ini adalah pada Strategi komunikasi yang dilakukan Brasserie bakery melalui teori 4P (promotion, product, price, place).  penulis skripsi menggunakan strategi komunikasi dengan tepat untuk meneliti terhadap program beli 5 roti gratis 1 roti di Brasserie Bakery dalam hal ini bakery masih unggul karena merupakan roti yang terkenal dan sudah banyak cabang di berbagai negara dan lokal sehingga menjadi pilihan umum. namun semakin menarik sejak adanya program promo ini. penulis skripsi telah menjabarkan bagaimana teknik pemasarannya. namun ada beberapa kekurangan seperti harus mengingat kompetitor lain. dan memberikan harga produk yang terjangkau.


                                                        Analisis Studi Fenomenologis




Judul Skripsi : Respresentasi Budaya Etnis Tionghoa Dalam Film “Ngenest”

Nama Penulis : Ade Oktaviani

Nama Pembimbing Skripsi :    1. Sumarni Bayu Anita, S.Sos, M.A

                                                2. Ade Indra, SE, M.Si

Jumlah halaman sripsi : 66 Halaman

Tahun Pengesahan skripsi : 2017

Abstrak dan Kesimpulan hasil penelitian skripsi :


Abstrak

Peneltian ini menganalisa tentang budaya dalam film Ngenest (2015), budaya adalah elemen yang sering muncul dala audiovisual, tidak terkecuali bentuk hiburan dan pertunjukan untuk penonton. Khususnya film yang dikemas ber-genre komedi tetapi ada sisi menyangkut budaya di dalamnya. Peneliti ini menggunakan metode teori budaya Koentjaraningrat untuk mengetahui representasi budaya yang terkandung di dalam cerita film Ngenest (2015). Sebagai data sekunder dalam observasi ini, penulis mendownload film ini untuk menganalisa film Ngenest (2015).

Dari analisa yang diperoleh bahwa budaya dalam film Ngenst (2015) direpresentasikan tidak hanya masalah budaya semata, tetapi ada juga terlihat tokoh tokoh yang memerankan perbedaan etnis Tionghoa dan etnis Pribumi yang kategorikan dalam identitas berbeda. Dalam film Ngenets (2015) terdapat macam macam yang melibatkan pada semua level seperti level budaya, level etnis, level tradisi

Sebagai saran kepada penonton agar dapat memahami arti sebuah perbedaan budaya dan etnis yang dianut suatu kelompok. Hal tersebut bisa meminimalisasi agar tidak terjadi penghalang yang dianut dalam kelompok tersebut, dan tidak ada batasan yang menjadi acuan sebagai mana selalu terjadi di dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai acuan antar menghormati suatu kelompok etnis budaya yang terdapat dalam adegan di film tersebut.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan

sebagai berikut :

Ngenest (2015) adalah film yang menghibur dan juga mendidik. Cerita di film ini biasa terjadi di kehidupan nyata, namun alur cerita dan konflik dalam film ini bagus karena terlihat jelas. Penonton memiliki cara mudah untuk memahami keseluruhan cerita film ini. Dialog dalam film ini menggunakan bahasa yang sederhana, yang diwakili oleh karakter dalam adegan film.

Dialog dan presentasi adegan dalam film ini juga memudahkan penonton untuk mengetahui jalannya alur cerita. Dari penjelasan dan representasi budaya etnis Tionghoa di film ini, akan membantu penonton mengetahui bahwa budya etnis dapat dikelompokkan menjadi beberapa bentuk, yaitu: Budaya, Emis, dan Tradisi.

Teori yang digunakan : Teori Koentjaranigrat dalam buku (Manusia Dan Kebudayaan)

Hasil Analisis penulis blog

skripsi yang berjudul Respresentasi Budaya Etnis Tionghoa Dalam Film “Ngenest” pemilihan strategi fenomenologis telah tepat oleh penulis skripsi dimana me respresentasi budaya etnis tionghoa yang memperlihatkan atau respresentasi terhadap studi mengenai pengalaman dan bagaimana pengalaman tersebut terbentuk. berawal dari tokoh yang memperlihatkan perubahan drastisnya seterlah menemukan pasangannya. terlihat juga perbedaab budaya yang dipadukan oleh sang sutradara sehingga banyak pemaknaan yang dapat diambil pada film ini sehingga dapat dimasukkan sebagai refrensi skripsi. serta manggunakan teori manusia dan kebudayaan yang menggunakan korpus dengan kategori Prosesi Pernikahan dan Tahun Baru imlek Sebagai data dan menggunakan strategi Fenomenogis.


                   Analisis Studi Analisis Wacana



Judul Skripsi : Gaya Komunikasi Antarprobadi public Relation Officer Pada Hotel Raden Palembang

Nama Penulis : Ainal Ikram

Nama Pembimbing Skripsi :    1. Budi Santoso, S.Sos, M.Comn

                                                2. H. Fachrurrozy Bey, SH. MM

Jumlah halaman sripsi : 74 Halaman

Tahun Pengesahan skripsi : 2016

























Abstrak dan Kesimpulan hasil penelitian skripsi :

 

 

 

 

 

 

 

Abstrak

Penelitian ini menjelaskan gaya komunikasi anatarpribadi public relations officer hotel raden Palembang terhadap karyawan hotel raden, konsumen dan calon konsumen. Bedasarkan delapan gaya komunikasi menurut Francie M.Dalton antara lain gaya komando, gaya gelandang, gaya penyerang, gaya pleaser, gaya penampilan, gaya penghindar, gaya analitis. Yang memiliki gaya komuniksi yang berbeda-beda sehingga menarik untuk dikaji.

Dalam berkomunikasi setiap individu memiliki karakter yang berbeda - beda sehingga peran dari public relation officer raden hotel Palembang dapat menyesuaikan dan memahami dari setiap individu tersebut, baik karyawan hotel, konsumen atau calon konsumen. Supaya komunikasi yang dilakukan dapat berjalan sesuai yang diharapkan. Penelitian ini dilakukan terhadap public relation officer hotel raden

Palembang, dengan mengkaji komunikasi yang kurang komunikatif dan persuasif yang terjadi terhadap karyawan, konsumen atau calon konsumen. Kurang komunikatif dan persuasif terjadi karena public relation officer hotel raden Palembang kurangnya sosialisi komunikasi antarpribadi, kontrol emosi dan daam pengambilaan sebuah keputusan yang terkadang berubah - ubah. Hasilnya menunjukkan bahwa ada faktor dan keadaan yang membuat komunikasi antarpribadi public relation officer hotel raden palembang kurang komunikatif dan persuasif terhadap karyawan, konsumen atau calon konsumen hotel raden Palembang. Sehingga diperlukan gaya komunikasi yang sesuai dengan karakter dan sikap individu masing-masing.

Kesimpulan

Hasil penelitian mengenai gaya komunikasi antarpribadi public relation officer Hotel Raden Palembang dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Gaya komunikasi antarpribadi yang dilakukan oleh public relation officer hotel raden kurang komunikatif dan persuasif terhadap karyawan, konsumen atau calon konsumen. Hal ini dapat dilihat dari hasil penelitian yang dilakukan peneliti, sehingga public relation officer harus dapat menyesuaikan dan memahami gaya komunikasi antarpribadi yang digunakan supaya kedepannya berjalan dengan baik.

2. Penyebab kurang komunikatif dan persuasif dari public relation officer hotel raden Palembang dalam berkomunikasi antarpribadi adalah sosialisasi yang kurang epektif, kontrol emosi yang terkadang tidak terkendali, dan keputusan yang terkadang berubah - ubah.

3. Secara garis besar gaya komunikasi antarpribadi public relation officer sudah berjalan sesuai dengan prosedur yang ada.

4. Faktor Keadaan dan situasi yang terkadang membuat komunikasi antarpribadi public relation officer kurang komunikatif dan persuasif.

Teori yang digunakan : Teori Francie M. Dalton Gaya komunikasi Gaya Antar Pribadi Public Relations Officer

Hasil Analisis menurut penulis blog

dalam hal ini peneliti sendiri bertindak sebagai pelaksana dan mengalanlisi dan mengumpulkan data,  dan melakukan observasi ke bagian Public Relation Officer Hotel Raden Fatah dan menemukan dimana Hotel Raden Fatah kurang responden dan juga koperatif terhadap calon konsumen dan konsumen sehingga wancana ini dapat di angkat menjadi penelitian skripsi. seperti yang dijabarkan oleh penulis skripsi dapat menjadi contoh menggunakan gaya komunikasi antarpribadi Publik Relation Officer (Dalton, 2015). terdapat Gaya komando,gaya gelandang, Gaya Penyerang, Gaya Pleasers, Gaya Penampilan , Gaya Peghindar, Gaya Analitis, Gaya Achiender. yang dapat di pelajari oleh bagian Officer Public Relation Hotel Raden Fatah melalui buku skripsi ini.


Analisis Studi Pendidikan Karakter dalam Film Animasi

(Analisis Semiotika dalam Film Upin dan Ipin episode Geng: Pengembara Pemuda)

 

Judul Skripsi : Pendidikan Karakter dalam Film Animasi

(Analisis Semiotika dalam Film Upin dan Ipin episode Geng: Pengembara Pemuda)

Nama Penulis : Ardiman

Nama Pembimbing Skripsi :    1. Dr. H. Mudasir, M.Si

                                                2. Drs. H. Bangun P Lubis, M.Si

Jumlah halaman sripsi : 96 Halaman

Tahun Pengesahan skripsi : 2017


Abstrak dan Kesimpulan hasil penelitian skripsi :

 Abstrak

Film merupakan salah satu produk yang dihasilkan oleh media massa. Saat ini di layar kaca Indonesia sudah banyak menayangkan film animasi yang ditujukan untuk anak-anak. Akan tetapi peneliti menemukan ada beberapa film animasi yang memiliki pesan kurang baik untuk anak-anak, seperti didalam film Adit Sopo dan Jarwo banyak menampilkan adegan kecerobahan yang dilakukan oleh Sopo dan Jarwo. Salah satu film yang mengandung nilai pendidikan karakter yaitu film Upin dan Ipin episode Geng: Pengembaraan Bermula. Peneliti memilih film ini karena didalam film ini banyak mengandung nilai pendidikan karakter yang bisa dicontoh oleh orang tua untuk diterapkan kepada anak-anak. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan analisis Semiotika Roland Barthes

dengan mengkaji tiga elemen yaitu denotasi, konotasi dan mitos. Dalam penelitian ini peneliti akan mengkaji tanda-tanda atau adegan-adegan yang mengandung nilai pendidikan karakter. Objek penelitian ini adalah scene atau adegan-adegan yang mengandung nilai pendidikan karakter. Jenis data yang digunakan adalah data primer yaitu berupa film animasi Upin dan Ipin episode Geng: Pengembaraan Bermula Data skunder

yaitu dengan cara mencari referensi dari buku, artikel, internet, dokumen, literaturdan jurnal yang berhubungn dengan penelitian.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari delapan belas nilai pendidikan karakter menurut Kementrian Pendidikan Nasional terdapat sembilan nilai pendidikan karakter yaitu (1) Relijius berupa etika bertamu dan sholat (2) Toleransi berupa menghargai perbedaan (3) Disiplin berupa disiplin dalam berlalulintas, membayar ongkos angkutan umum dan menggunakan helm (4) Rasa ingin tahu berupa mencari tahu lebih lanjut informasi yang didapat (5) Cinta tanah air berupa keamanan negara dan peribahasa, Komunikatif berupa aktif berinteraksi (7) Peduli lingkungan berupa larangan memburu hewan yang dilindungi (8) Peduli sosial berupa membantu orang yang sedang mendapat kesulitan dan membantu Orang yang sedang mendapat musibah (9) Tanggung jawab berupa tanggung jawab atas perbuatannya dan tanggung jawab orang tua.

Terdapat sembilan nilai pendidikan karakter yang tidak termasuk didalam film ini yaitu Jujur, Kerja Keras, Kreatif, Mandiri, Demokratis, Nasionalisme, Menghargai Prestasi, Cinta Damai, dan Gemar Membaca.

Kata kunci: Pendidikan Karakter, Semiotika, Film Upin dan Ipin

Kesimpulan

Dari hasil analisis yang peneliti lakukan mengenai Pendidikan Karakter dalam Film Animasi Upin dan Ipin episode Geng: Pengembaraan Bermula, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

-          Didalam film Upin dan Ipin episode Geng: Pengembaraan Bermula terdapat sembilan nilai pendidikan karakter yaitu relijius berupa etika bertamu dan sholat, disiplin berupa disiplin dalam berlalulintas, toleransi berupa menghargai perbedaan, rasa ingin tahu mencari lebih lanjut informasi yang didapat, cinta tanah air berupa keamanan negara dan peribahasa, komunikatif berupa aktif berinteraksi, peduli lingkungan berupa jangan memburu hewan yang dilindungi, peduli sosial berupa membantu orang yang sedang dalam kesulitan dan membantu orang yang mendapat musibah, dan tanggung jawab berupa tanggung jawab atas perbuatan dan tanggung jawab sebagai orang tua

-          Dari hasil analisis peneliti memukan bahwa pendidikan karakter tidak hanya didapat dari pendidikan disekolah saja, tetapi juga dari media lainnyal, seperti dengan menonton film Salah satu film yang mengandung nilai pendidikan karakter yaitu film animasi Upin dan Ipin episode Geng: Pengembaraan Bermula

-           Nilai pendidikan karakter yang tidak termasuk diculum film Geng: Pengembaraan Berma yaitu Jujur, Kerja Keras, Kreatif, Mandiri.

Teori yang digunakan : Teori Pendidikan Karakter (Suryadi 2015)

Hasil Analisis menurut penulis blog :

Penulis memilih judul Pendidikan Karakter dalam Film Animasi

(Analisis Semiotika dalam Film Upin dan Ipin episode Geng: Pengembara Pemuda)

untuk merepresentasikan tentang film animasi anak-anak melalui analisa semiotika pemilihan yang telah tepat dimana kita mengetahui bahwa studi semiotika meruka studi sign atau tanda yang bermaksud pemaknaan sebuah tanda dalam pengomunikasian konvensi sosial .tanda di sini di artikan sebagai pesan. dalam hal ini penulis menunjukkan beberapa adegan film anak Upin-Ipin dimana mereka mengekpresikan perasaan (feeling). serta penyampaian film kepada permisa. dalam hal ini penulis mengkaji tanda pada film upin-ipin yang mengambarkan nilai-nilai pendidikan karakter pada film tersebut. terdapat rangkuman yang di ambil bahwa menurut (Suryadi 2015) Terdapat Religius, Jujur, Toleransi, Disiplin, Kerja Keras, Kreatif, Mandiri, Demokratis, Rasa Ingin Tahum Semangat Kebangsaan Nasionalisme, Menghargai Prestasi, Kumunikatif, Peduli Sosial dan Tanggung jawab. sehingga tema film ini telah cocok dengan unsur teori yang telah di sebutkan rangkuman oleh Suryadi 2015.


Sekian artikel yang saya buat semoga bermanfaat Terima Kasih ^^

Profile Penulis Blog :

Nama : Ervinna

TTL : Palembang, 14 November  1999

Kota Asal : Palembang












 

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar